Pages

Rabu, 18 Desember 2013

RD Tak Mau Kalah Lagi dari Malaysia

                                                                                    Sea Games 2013 
RD Tak Mau Kalah Lagi dari Malaysia
 
Pelatih Tim Nasional Indonesia U-23 Rahmad Darmawan memasang target kemenangan sebagai harga mati saat menghadapi Malaysia pada babak semifinal SEA Games 2013 di Zayyarthiri Stadium, Naypyidaw, Kamis (19/12). Ia tak mau kalah lagi dari Harimau Muda.
Kedua tim pernah bertemu pada babak final di ajang yang sama pada 2011 lalu. Saat itu, Andik Vermansyah dan kawan-kawan yang dilatih RD ditumbangkan lewat babak adu penalti pada duel yang diselenggarakan di Stadion Utama Gelora Bung Karno.
Kini, dua tahun berselang, RD dan pasukannya punya kesempatan untuk balas dendam. Kemenangan merupakan harga mati karena target Tim Merah Putih di turnamen ini adalah medali emas.
"Dari segi kualitas, saya melihat ada beberapa pemain yang harus diperhatikan. Tapi dari segi taktik, saya lebih baik konsentrasi pada tim saya saja," ujar RD seperti dilansir Aseanfootball.org.
"Pada laga terakhir melawan Myanmar, kami menunjukkan kalau kami punya kualitas dan itu sangat penting fi semifinal. Saya tidak mau kalah lagi kali ini," ucap mantan pelatih Arema Cronus dan Persija Jakarta tersebut.

Triyaningsih Akhirnya Berhasil Persembahkan Emas

Triyaningsih Akhirnya Berhasil Persembahkan EmasSEA Games 2013
 
TriyaninPelari putri andalan Indonesia Triyaningsih akhirnya berhasil mempersembahkan medali emas di SEA Games 2013. Triyaningsih menjadi pelari tercepat dalam lomba 10.000 meter putri SEA Games 2013 di Wunna Theikdi Sport Stadium, Naypyitaw, Kamis (19/12/2013) pagi WIB.
Triyaningsih membukukan catatan waktu 00.34.32,68 disusul atlet tuan rumah Phyu War Tet yang memperoleh medali perak dengan catatan waktu 00.34.39,32 dan atlet Laos, Lodkeo Inthakoummane, dengan catatan waktu 00.37.41,96 sehingga berhak meraih perunggu.
Triyaningsih memperoleh medali emas melalui perjuangan berat melawan atlet yang mengalahkannya dalam lomba nomor 5.000 meter, Phyu War Thiet. Triyaningsih puas dalam memenuhi target meraih emas di Myanmar.
"Alhamdulliah akhirnya target saya tercapai. Saya sangat bersyukur dengan raihan medali ini. Akhirnya saya mampu mempertahankan emas," kata atlet kelahiran Semarang itu.
Dia mengaku tidak gentar menghadapi kekuatan lawan, pelari tuan rumah yang telah membuktikan kecepatannya pada nomor 5.000 meter.
"Ini adalah buah dari kesabaran. Saya tadi berlari dengan tenang meski tertinggal dari atlet tuan rumah. Namun, satu putaran menjelang finis saya langsung melesat dan finis di depan," kata peraih medali emas cabang olahraga lari 10.000 meter SEA Games 2011 itu.
Raihan emas Triyaningsih ternyata tidak diikuti di nomor 10.000 meter putra. Agus Prayono hanya mampu menyumbangkan medali perunggu dengan membukukan catatan waktu 00.30.25,33 pada nomor itu.
Medali emas di nomor ini direbut oleh atlet asal Vietnam, Van Lai Nguyen, dengan catatan waktu 00.29.44,82 dan medali perak diraih atlet asal Thailand, Boonthung Srisung, dengan catatan waktu 00.29.46,61.Sekretaris Umum Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia Tigor Tanjung mengaku sangat bangga melihat hasil perjuangan Triyaningsih dan juga sang pelatih Wita Witarsa.
"Strategi yang tepat adalah kuncinya. Komunikasi antara atlet dan pelatih berjalan dengan baik. Akhirnya kami bisa menambah pundi-pundi emas lagi," kata Tigor Tanjung.
Hingga hari kelima SEA Games 2013, kontingen atletik Indonesia telah mengumpulkan lima emas dari lari 10.000 meter putri, 3.000 meter putri, lompat jauh, lompat jangkit putri, dan jalan putra.

Timnas U-23 'Diusir' Saat Latihan

Timnas U-23 'Diusir' Saat LatihanSEA Games 2013 Myanmar

Ada kejadian unik ketika timnas U-23 melakukan latihan resmi pagi di Stadion Zeyar Thiri Nya Pyi Taw, Rabu (18/12/2013). Para pemain dan staf pelatih dikejutkan oleh semburan air yang `mengusir` mereka dari pinggir lapangan.
Cara pengusiran yang dilakukan oleh pihak panitiapun berbeda dengan cara yang dilakukan di Indonesia. Kondisi ini membuat kaget pemain dan jajaran pelatih yang kebetulan berlatih tendangan penalti.
Jika di Indonesia cara menghentikan latihan dengan menggunakan kata-kata, namun jika di Myanmar dilakukan dengan cara berbeda yaitu dengan menyemprotkan air secara otomatis.Usut punya usut, penyemprotan dilakukan karena waktu latihan Timnas Indonesia U-23 sudah habis.
Sesuai dengan jadwal, timnas berlatih dari pukul 10.00 hingga pukul 11.00 waktu Naypyitaw. Namun, hingga batas yang diberikan belum selesai.Saat air menyemprot dari beberapa sisi, pelatih dan pelatih langsung berhamburan.
Jika terjadi kepada orang biasa, maka akan marah tapi pemain malah berbeda. Mereka malah saling berkerjaran.Seperti yang dilakukan Manahati Lestusen dan Diego Michiels. Kedua pemain belakang ini justru bermain dengan air yang keluar dari sisi pinggir lapangan. (Ant/Def)

Kunci Sukses Tim Catur Indonesia di SEA Games

Irene Kharisma Tim catur Indonesia berhasil melewati target dua emas yang dicanangkan ketika berangkat ke SEA Games 2013 Myanmar. Sampai Rabu (18/12/2013), tim catur Indonesia sudah meraih 4 medali emas, 2 perak dan 5 perunggu. Empat medali emas diraih GM Susanto Megaranto (1 emas kelas rapid semi internasional), Susanto Megaranto dan Muhamad Luthfi (catur transfer pasangan putra) serta Irene Kharisma Sukandar ( 2 emas).
Menurut manajer timnas Catur Indonesia, Rikardo SE, mengungkapkan, kunci keberhasilan ini dikarenakan adanya kaderisasi atlet. Dia mengaku Percasi sudah memotong satu generasi sehingga atlet-atlet muda bisa unjuk gigi di SEA Games kali ini.
“Kami memotong habis satu generasi demi kaderisasi atlet. Ternyata, strategi ini berhasil. Hasilnya, materi tim catur Indonesia didominasi oleh atlet-atlet muda,” ujar Rikardo.
Dengan program memotong satu generasi itu, daerah pun semakin giat dalam membina pecatur muda mereka.”Ini juga merupakan salah satu motivasi agar daerah-daerah berlomba mencetak pecatur berprestasi yang kemudian masuk Pelatnas,” tuturnya.
Menurutnya, materi pecatur muda dikumpulkan dari Seleknas yunior kelompok umur 8-10 tahun. Lalu dari Kejurnas dan Perang Bintang. Dari ajang terkumpul sekitar 70 pecatur. Mereka diseleksi kembali menjadi 10 putra dan putri dengan menggunakan sistem promosi dan degradasi.
“Berdasarkan kebutuhan tim di SEA Games Myanmar ini dari 10 terbaik itu diseleksi kembali menjadi 7 putra dan 6 putri,” kata Rikardo.
Selain penilaian teknis, Percasi juga menerapkan penilaian nonteknis. “Selama dalam proses seleksi, perilaku para pecatur juga kami nilai. Ini dimaksudkan agar para pecatur tidak merasa angkuh dan tinggi hati ketika meraih prestasi,” pungkasnya.

Maria Londa Persembahkan Emas Kedua untuk Indonesia


Maria Londa Persembahkan Emas Kedua untuk Indonesia

SEA Games 2013 Myanmar
 
Maria Londa kembali mempersembahkan medali emas untuk kontingen Indonesia di SEA Games 2013 Myanmar. Kali ini, medali emas diraih dari nomor lompat jauh. Sebelumnya, atlet murah senyum itu meraih medali emas dari nomor lompat jangkit dengan memecahkan rekor SEA Games.
Di nomor lompat jauh, Maria membukukan lompatan sejauh 6,39 meter di lintasan lari Wunna Theikdi Sports Stadium, Naypyitaw, Myanmar, Rabu (18/12/2013). Pencapaian Maria dinilai cukup istimewa lantaran lompatan terjauhnya itu didapat pada lompatan kelima dari enam yang dilakukan.
"Sangat bersyukur diberi kesempatan lagi meraih medali emas. Ini adalah hasil yang luar biasa bagi saya," kata Maria. "Kemenangan ini kami persembahkan untuk negara, keluarga, dan jajaran pelatih yang selama ini mendukung penuh saya.
Meski demikian, Maria mengatakan belum bisa memberikan catatan lompatan terbaik. Ia memiliki catatan lompatan terbaik 6,5 meter. Maria mengaku belum maksimalnya lompatan yang dilakukan karena kondisinya tidak 100 persen setelah sehari sebelumnya turun di nomor lompat jangkit yang dinilai banyak menguras tenaga.
"Tadi agak berat. Memang sedikit kecapekan setelah turun di nomor lain kemarin," ucapnya.
Sementara itu, medali perak nomor lompat jauh direbut atlet Thailand, Thitiam Muangjan, dengan lompatan 6,24 meter. Perunggu direbut atlet Vietnam, Thi Thu Thao Bui, dengan catatan 6,14 meter.